8 Tips Transaksi Aman Jual Beli Online

Transaksi Aman Jual Beli Online

Era jual beli online baik transaksi barang maupun jasa pada saat ini sudah kian mendominasi. Dibalik segala kemudahan dari transaksi jual beli online tersebut ternyata juga memiliki banyak potensi penipuan. Tips transaksi aman jual beli online ini disusun berdasarkan banyak pengalaman dari korban penipuan transaksi di internet.

Transaksi Aman Jual Beli Online

Ketika Kita berbicara mengenai transaksi aman jual beli online, maka pihak yang berpotensi menipu tidak hanya dari penjual saja, namun juga tak jarang pihak pembeli yang melakukan penipuan.

Ketika Kita sudah menemukan barang yang ingin Kita beli atau jasa yang Kita butuhkan, maka terdapat beberapa opsi atau langkah yang layak dipertimbangkan sebelum memutuskan melakukan transfer dana pembelian. Demikian juga disisi penjual, apabila pembeli menawarkan opsi yang berpotensi merugikan Anda, maka sudah harus siap untuk melakukan beberapa pemeriksaan dan langkah pencegahan.

Daftar Isi

  1. Transaksi Melalui Marketplace
  2. Transaksi Rekening Bersama
  3. COD (Cash On Delivery)
  4. Memeriksa Profil Penjual / Pembeli
  5. Memeriksa Foto Produk
  6. Memeriksa Alamat
  7. Cek Nomor Rekening
  8. Selalu Update Informasi Modus Penipuan

 


1. Transaksi Melalui Marketplace

Marketplace baik barang maupun jasa merupakan solusi paling aman dan mudah untuk transaksi jual beli di internet meskipun masih ada keterbatasannya. Baik produk barang maupun permintaan jasa kini sudah dapat diakomodir melalui platform marketplace.

Beberapa marketplace barang dan jasa di Indonesia antara lain;

Marketplace Barang

Marketplace Jasa

Opsi marketplace terkadang dihindari beberapa penjual, ini beberapa faktor mengapa penjual menghindari marketplace. Meski demikian jumlah penjual yang menerima transaksi melalui marketplace saat ini diperkirakan lebih banyak sehingga Anda dapat melakukan transaksi aman dengan penjual melalui marketplace.

Potensi besar terjadinya penipuan pada marketplace antara lain dafi faktor kekurang pahaman pembeli akan fitur marketplace (misalnya kapan sudah harus mengkonfirmasi penerimaan barang), hingga ketidak telitian pembeli itu sendiri akan barang yang hendak dibeli. Faktor ketelitian ini pernah menjadi berita heboh: Penipuan Pembelian Hardisk Di Marketplace.

Jika penipuan penerimaan barang dapat ditekan drastis dengan marketplace, namun potensi lain masih mengintai, yaitu manipulasi deskripsi dan kualitas barang. Tergntung pada “level” manipulasinya, maka kerugian yang dialami pembeli bisa bervariasi, mulai dari kerugian dari selisih kualitas yang sedikit hingga selisih signifikan dari kualitas, misalnya barang rusak ketika lewat batas hari penjaminan oleh marketplace. Jika ini sudah terjadi maka tergantung dari niat baik penjual untuk mengurus retur barang.

Diluar segala kekurangan tersebut, platform marketplace masih tetap menjadi salah satu sarana transaksi aman jual beli online.


2. Transaksi Rekening Bersama

Konsep transaksi di marketplace sebenarnya mengadopsi dari sisitem rekening bersama (rekber) atau escrow. Rekening bersama di Indonesia mulai populer ketika diterapkan oleh para anggota komunitas Kaskus (Kaskuser) untuk menjembatani transaksi di sub forum jual beli Kaskus.

Seiring perkembangannya konsep rekening bersama saat ini sudah banyak dijalankan diluar platform Kaskus, bahkan beberapa penyelenggara jasa ini sudah memiliki badan hukum sendiri (kategori usaha Kegiatan Usaha Pengiriman Uang). Beberapa jasa rekber di Indonesia yang telah memiliki badan usaha resmi diantaranya Warindo, P-Store / Rekber Tri, serta lainnya.

Rekening bersama sendiri memiliki celah kekurangan, yaitu bisa saja rekening bersama yang ditunjuk penjual atau pembeli adalah rekening bersama yang tidak kredibel dan bekerja sama dengan salah satu pihak. Oleh karena itu jika ditawarkan melalui opsi rekening bersama yang Kita ragukan, maka segera lakukan pengecekan profil pihak rekening bersama tersebut.


3. COD (Cash On Delivery)

COD Transaksi Aman Jual Beli OnlineJika jarak antara penjual dan pembeli tidak jauh, maka memungkinkan untuk melakukan transaksi dengan jalan bertemu ditempat yang sudah sama sama ditentukan / Cash On Delivery (COD). Dengan transaksi jual beli COD maka masing masing pihak tinggal sama sama teliti dengan transaksi tersebut.

Pembeli benar benar teliti memeriksa barang yang ingin dibeli, penjual juga demikian teliti dengan mungkin keaslian uang, atau jika pembeli setelah bertemu ternyata hanya bisa membayar melalui transfer bank maka teliti memastikan dana telah masuk ketika COD sudah menjelang berakhir.

COD bukannya tanpa resiko tertipu juga, misalnya jual beli ponsel, ketika dicek ditempat semua seolah sesuai dengan deskripsi, namun ketika sampai dirumah ponsel tersebut bermasalah. Atau penjual, baru menyadari menerima pembayaran dengan uang palsu, dan baru disadari belakangan.

Ini salah satu kisah penipuan yang terjadi dalam proses COD dialami oleh penjual.

Kasus Penipuan COD Oleh Pembeli

Si buyer ngajak ketemu di pinggir jalan aja karena dia blng terburu2 mau balik lagi ke kantor daerah kebon jeruk. waktu kita ketemu itu sudah pukul 10.30 malam.

Setelah cek2 barang dia oke dan deal si buyer bilang uangnya di transfer saja via mobile banking.
Lalu si buyer melakukan transaksi mobile banking, dan yg membuat saya yakin si buyer menyebutkan nama lengkap rekening saya, dan bilang klo dia ada uang cash 500rb sisanya 3.5jt nya di transfer (harga barang 4jt).
Dia pun menekan angka 3.500.000 didepan saya dan ada report transfer berhasil seperti layaknya mobile banking. Saya sempat bertanya itu gak pake token? Si buyer menjawab “yg pake token itu internet banking gan” dan saya pun sependapat.

Lalu setelah berhasil transfer saya lsng cek di internet banking, namun blm ada transferan masuk. Si buyer pun berdalih bahwa bank yg saya dan buyer gunakan BC* sedang offline pada jam tersebut. Saya pun mengerti tentang offline nya bank tersebut, dan dia mengecek saldonya dan bilang klo saldonya sudah berkurang. Karena rasa percaya diri dan tidak memperlihatkan sama sekali gerak-gerik mencurigakan dari si buyer, akhirnya saya percaya.

Setelah kami pisah, saya yg sedari jam 11 sampai jam7 pagi menunggu transferan (biasanya offline hanya sampai jam3) baru lah mulai mencium sesuatu yg aneh, no tlp si seller pun sudah tidak bisa di hubungi,
Payahnya saya berinisiatif mencoba menelpon bank BC* untuk menanyakan apakah ada pendingan transfer pun juga percuma, pulsa cdma saya 15rb habis hanya untuk mendengar nada tersambung tapi tidak diangkat oleh oprator.
Sampai skrng transferan tidak masuk no si buyer penipu pun tidak aktif. [sumber]

Oleh karena itu dalam transaksi COD, lakukan pendekatan personal dengan mengorek sedikit informasi tentang lawan transaksi Anda. Misalnya dimana dia bekerja, atau tinggal di daerah mana. Anda juga dapat meminta untuk berfoto bersama, sehingga jika terjadi sesuatu hal yang merugikan Anda memiliki setidaknya foto penipu untuk dilaporkan kepihak berwajib.

Swafoto Bersama

Adakalanya pihak yang memang berniat menipu menolak permintaan berfoto bersama, hal ini dilematis karena menyangkut privasi seseorang. Anda bisa saja mengambil diam diam foto dari lawan transaksi Anda, misalnya dengan perangkat spy camera entah berbentuk kacamata atau korek api. Satu hal penting yang harus menjadi komitmen Anda: ketika kecurigaan tidak terbukti, Anda harus segera menghapus foto yang Anda ambil diam diam tersebut karena mungkin saja dapat berpotensi menjadi pelanggaran hukum.

Meskipun jarak penjual dan pembeli berdekatan, namun tidak semua penjual bersedia melakukan transaksi COD, bisa jadi mereka berniat menipu atau untuk penjual memang tidak memiliki stok barang yang siap dijual, atau pedagang dengan sistem dropship.


4. Memeriksa Profil Penjual / Pembeli

profil di internet

Pencarian profil di Internet | Foto ilustrasi oleh Artem Beliaikin

Jika Anda memutuskan untuk melakukan transaksi online tanpa mediasi pihak ketiga (marketplace atau rekber) maka serangkaian pemeriksaan awal harus Kita lakukan jika penjual atau pembeli tidak Kita kenal. Pemeriksaan profil Kita jadikan pemeriksaan awal karena bisa saja indikasi penipuan sudah terdeteksi dari hasil pemeriksaan ini.

Tergantung apa info yang Anda dapatkan, dari situ sudah bisa mulai melakukan pengecekan. Misalnya dari nama penjual atau no telepon penjual. Anda bisa lakukan pencarian nama tersebut misalnya di media sosial Facebook: PT Trijaya Digital, atau melalui mesin pencari Google: PT Trijaya Digital Group. Mencari dengan berdasarkan no telepon juga dapat menjadi pilihan misalnya di Google: 021 29779249 atau Facebook: 0857-3333-7229. Catatan: pencarian PT Trijaya Digital Group dan no telp mereka ini hanya contoh saja.

Profil media sosial maupun kontak lainnya juga dapat Kita pelajari untuk kemungkinan adanya indikasi penipuan. Tidak menutup kemungkinan juga profil media sosial yang digunakan hasil membajak profil orang lain dan sudah ditutup bersih jejak digitalnya.

Terkadang Kita mendapati satu atau dua masalah, namun terus Kita telusuri bagaimana masalah tersebut terselesaikan. Jadi apabila menemukan ada indikasi masalah, bukan berarti lantas penjual atau pembeli tersebut penipu. Apabila banyakindikasi ke arah penipuan valid, maka ambil jalan amannya lakukan transaksi dengan cara no.  1 hingga 3 diatas.

Meski demikian hasil ini tidak dapat dijadikan faktor utama karena data dan identitas penipu dapat saja mereka rubah atau ganti. Terkadang mereka bahkan berani menampilkan foto KTP orang lain atau pose foto orang lain dengan KTP mereka yang memang mudah didapatkan karena keteledoran orang dalam masalah privasi foto.


5. Memeriksa Foto Produk

terindikasi penipuan

Jualan terindikasi penipuan. Foto motor comotan, foto profil berseragam aparat keamanan.

90% lebih penipu akan menggunakan foto produk mereka yang didapatkan dari foto produk orang lain di internet. Meski demikian, tidak semua pedagang yang menggunakan foto produk milik orang lain berniat menipu. Penjual dengan sistem dropship umumnya belum pernah memiliki stok foto produk sendiri, sehingga mereka akan mengambilnya dari foto milik reseller / distributor mereka.

Meskipun hasil dari pengecekan ini tidak banyak akurat karena faktor dropshipper tadi, namun tidak ada salahnya melakukan pengecekan karena ada kemungkinan foto produk ini sudah “melegenda” dipakai untuk penipuan. Contohnya foto motor yang sering ditawarkan murah oleh penipu di media sosial dengan dalih “motor sitaan” : Yamaha R15.

Tidak tanggung tanggung, selain memberikan foto motor yang bukan miliknya, penipu kerap kali juga menggunakan akun mengaku sebagai aparat keamanan.


6. Alamat Dan Foto Toko

Penyalahgunaan atau mengakui foto dan alamat toko orang lain banyak menjadi modus untukmeyakinkan calon pembeli online. Penyertaan foto ini akan memiliki efek sama dengan menyertakan foto palsu diri beserta KTP yang juga kerap digunakan sebagai modus meyakinkan pembeli.

Jangan langsung terkecoh dengan foto toko, lakukan pengecekan foto tersebut.

  • Tanyakan alamat lengkap toko, jika sudah didapat maka lakukan pencarian di Google Maps, cara pengecekan ini dapat Anda simak juga di artikel: Tempat Usaha Yang Strategis dimana nanti Kita akan mendapatkan gambaran lokasi alamat tersebut beserta foto dan citra satelit.
  • Periksa foto tersebut dengan fitur pencarian gambar di Google Images. Sama halnya dengan pengecekan foto produk diatas, maka ini contoh hasil pencarian pencocokan suatu foto: Google Images Cek. Dari pengecekan tersebut maka ada kemungkinan Kita akan mendapatkan lokasi asli dari foto toko tersebut beserta nomor kontak yang benar, atau malah Kita akan mendapati foto tersebut pernah di komplain sebagai penipuan.

7. Cek Nomor Rekening

cek rekening penipuMelihat jejak rekam rekening bank penipu dapat menunjukan potensi ada atau tidaknya indikasi penipuan. Tidak seperti dulu dimana pengecekan riwayat rekening bank penipu dilakukan dengan pencarian di mesin pencari, kini sudah ada beberapa situs pengecekan rekening penipu.

Kominfo misalnya menyediakan pengecekan data rekening penipu melalui situs CekRekening. Di situs ini Kita tinggal memasukan nomor rekening yang dicurigai beserta pilihan Bank, kemudian situs tersebut akan memeriksanya.  Untuk mencobanya Anda bisa memasukan nomor rekening berikut: 283 127 0260  Bank BCA yang saat ini dalam status dilaporkan disitus tersebut.

Tidak hanya memeriksa, Kita juga dapat melaporkan nomor rekening yang terindikasi penipuan disana. Meskipun telah ada situs database rekening bank penipu, namun ada baiknya juga Kita tetap lakukan pengecekan kembali melalui mesin pencari dan media sosial no rekening tersebut misalnya google nomor rekening yang ingin dicek.


8. Update Informasi Modus Penipuan

Dari waktu ke waktu modus penipuan transaksi jual beli online dapat berkembang dan berubah. Misalnya modus penipuan jual beli hardisk pada marketplace diatas tadi, bahkan penjualnya ngotot merasa tidak menipu.

Modus penjualan kendaraan bermotor murah dengan dalih hasil sitaan atau tarikan leasing, tidak jarang penipu coba meyakinkan dengan seolah profil mereka adalah aparat kepolisian. Lalu mereka juga bermain di permainan kata kata, misalnya ditegaskan oleh mereka:  “Pelunasan setelah barang tiba”. Kata kata tersebut seolah meyakinkan bahwa ada jaminan agar tidak tertipu.

Namun pada proses transaksi, Anda akan dibawa pada situasi psikologis tertentu dimana Anda akan menuruti permintaan pembayaran diawal. Entah alasan administrasi dan lainnya yang jumlahnya sangat kecil dibanding nilai transaksi. Misalnya penipu hanya minta 250 ribu rupiah untuk embel embel apapun itu. Karena nominalnya keil dibandingkan harga kendaraannya biasanya korban akan menurutinya. Padahal nilai 250 ribu rupiah itulah target utama si penipu.

Bergabung dengan grup yang membahas seputar penipuan di internet dan transaksi aman jual beli online untuk selalu update dengan modus modus baru penipuan online.


Terlanjur Tertipu, Apa Yang Harus Dilakukan?

Adakalanya ketika menjadi korban penipuan dengan nominal kecil, Kita jadi enggan melakukan banyak hal untuk mengusutnya. Barang atau jasa yang Kita beli termasuk yang bersifat privasi juga membuat enggan untuk mengusutnya.

Oleh karena itu beberapa saran dibawah ini mungkin tidak berlaku untuk kondisi tertentu penipuan.

  1. Pastikan benar benar bahwa situasi Anda adalah menjadi korban penipuan, bukan masih dalam tahap sengketa transaksi (artinya masih ada komunikasi dengan penjual / pembeli)
  2. Kumpulkan semua bukti dengan lengkap
  3. Laporkan ke pihak berwajib, dan terus berkoordinasi.
  4. Masukan no rekening pelaku ke situs data rekening penipu, misalnya seperti tercantum diatas tadi.
  5. Lakukan penelusuran penipu semaksimal mungkin dan simpan datanya
  6. Bagikan dan minta bantuan komunitas komunitas di media sosial, barangkali ada yang mengenali si penipu atau sekaligus berbagi informasi agar yang lain waspada.
  7. Buatlah blog gratis yang merekap semua data dan kronologis penipuan yang Anda alami, ini agar yang lain dapat menemukan tulisan Anda ketika mereka melakukan pengecekan pengecekan seperti diatas dan waspada
  8. Siap untuk ikhlas / merelakan apapun hasil dari segala upaya Anda.
Bagikan info ini
  • 2
    Shares
Diskusikan