Mengenal Pasar Malam

Pasar Malam Di Indonesia

Pasar malam adalah pasar di ruang terbuka yang beroperasi dimalam hari. Pada pasar ini, tidak hanya produk produk yang dijajakan disana, namun juga hiburan dan kesenian. Salah satu hiburan yang ada dipasar malam di Indonesia misalnya penyewaan mainan anak, sedangkan untuk kesenian terkadang pasar malam menampilkan panggung musik.

Pasar Malam Di Indonesia

Di Indonesia, konsep pasar malam terbesar yang pernah diselenggarakan pasca kemerdekaann RI salah satunya adalah acara Pekan Raya Jakarta (PRJ). Berlokasi di kawasan Monas Jakarta pada tahun 1968 hingga 1991,  PRJ digagas oleh Syamsudin Mangan, ketua KADIN pada saat itu (1968) yang kemudian diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Kini penyelenggaraan Jakarta Fair (nama baru dari Pekan Raya Jakarta) berpusat di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.

Sejak krisis moneter tahun 1998, pasar malam mulai menjamur, terutama yang berupa pasar dadakan di sekitar kawasan pemukiman warga seperti pasar malam di Jelambar, atau di Menteng Jakarta. Pasar ini digerakan dan dikelola oleh komunitas maupun warga setempat.

Konsep dalam skala kecil ini cenderung tidak membutuhkan lokasi yang luas, dan terkadang memanfaatkan badan jalan pemukiman maupun tempat umum. Fasilitas yang didapat bervariasi tergantung dari penyelenggara, namun yang sudah pasti disediakan adalah listrik / lampu.

 

Komunitas Pasar Malam Di Indonesia

Dalam komunitas pasar malam bentukan para pedagang, mereka memiliki jadwal penyelenggaraan di lokasi dan waktu yang berbeda beda. Bekerja sama dan meminta izin dengan warga masyarakat di sekitar lokasi, maka besaran iuran lapak pedagang berbeda beda sesuai dengan lokasi.

Para pedagang partisipan komunitas akan mendapatkan informasi jadwal penyelenggaraan beserta lokasinya, sehingga mereka dapat mendaftarkan diri untuk ikut serta. Produk yang dijual pedagang akan diseleksi, sehingga tidak akan ada dalam satu lokasi terdapat beberapa pedagang yang menjual produk yang sama terlalu banyak.

 

Inisiatif Masyarakat Atau Organisasi Kemasyarakatan

pasar malam rawasari jakarta

Pasar malam di Rawasari Jakarta – Photo by Gunawan Kartapranata / CC BY-SA 3.0

Tidak hanya komunitas, namun pasar ini juga di inisiasi oleh masyarakat setempat atau organisasi kemasyarakatan (ormas).  Pasar yang berlokasi dikawasan pemukiman maka akan cenderung aman dari razia pemerintah daerah. Setiap pemerintah daerah memiliki peraturan tentang pengelolaan pasar yang buka malam hari ini.

Pasar yang berada di lokasi pemukiman ini biasanya berkoordinasi dengan lingkungan setempat, sehingga proses izin melalui ketua lingkungan. Hasil dari iuran pasar ini akan masuk kedalam kas warga atau kas ormas penyelenggara.

 

Pasar Malam Yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah

Jika penyelenggaraan oleh komunitas atau lingkungan masyarakat dikenakan iuran, maka tidak dengan pemerintah daerah. Penyelenggaraan oleh pemerintah daerah umumnya tidak dikenakan iuran biaya. Hal ini agar sejalan dengan program penertiban yang gencar dilakukan pemerintah daerah.

Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta. Menurut Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi, sejak tahun 2018 penyelenggaraannya diintegrasikan dengan program pemprov DKI one kecamatan one center enterpreneurship (OK OCE). Lokasinya akan terpusat di di lima wilayah ibu kota. Misalnya Danau Sunter, Jakarta Utara, Kemayoran, Jakarta Pusat dan Jatinegara, Jakarta Timur.

Meski demikian masih ada kendala yang harus diatasi seperti misalnya kapasitas maksimal pedagang di lokasi pemprov DKI ini adalah 200 pedagang saja. Pedagang yang berpartisipasi adalah yang tergabung dalam program OK OCE. Jika dibandingkan dengan rasio pedagang di sekitar satu wilayah saja, maka kapasitas 200 pedagang ini masih dirasa kurang.

Di kawasan Tangerang Selatan, pasar ini tersebar di berbagai lokasi, terutama yang diinisiasi oleh komunitas pedagang. Pada bulan suci ramadhan ini salah satu lokasi yang ramai dan luas diselenggarakan pemkot Tangerang Selatan adalah di jalan Siliwangi tepatnya di seberang pusat perbelanjaan Pamulang Square.

 

Penggerak Roda Ekonomi

Meskipun sebagian besar pedagang berjualan di pasar malam adalah sebagai tambahan waktu dagang mereka, namun raihan omset yang mereka dapatkan tidaklah sedikit. Oleh karena itu pasar ini diyakini dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang memang waktu berjualannya hanya di malam hari.

Harga barang di pasar malam memang cenderung murah, sehingga mampu bersaing dengan produk yang dijajakan  online. Inilah salah satu faktor penting yang dapat mendorong daya beli masyarakat.


Foto Cover: Pasar Malam Di Yogyakarta oleh Lalu Fatoni.

Bagikan info ini
Diskusikan